Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pani, 16 Desember 2018

Puncak Semeru

tahun yang lalu saya berhasil mendaki gunung tertinggi di Jawa dan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya, mungkin beberapa orang berpikir saya lebay, biarkan itu pendapat mereka. Sebelum rencana pendakian dimulai, Semeru adalah mimpi bagi semua pendaki, gunung yang dilabeli tertinggi di Jawa ini memang sudah sangat terkenal dikalangan pendaki apalagi dengan kawahnya yang masih aktif mengundang keinginan para pendaki untuk ke gunung ini. 3 tahun yang lalu setelah mendaki beberapa gunung di Jawa, ada satu gunung yang belum didaki yaitu Semeru. Perencanaan mendaki Semeru ini cukup matang, 3-4 bulan saya mempersiapkan fisik dan finansial, waktu yang cukup lama karena tidak ingin mengecewakan sesudah disana. Saya akan memberikan pengalaman Pendakian Gunung Semeru dan estimasi budget untuk teman teman yang ingin mendaki Semeru juga.


Bandung - Surabaya - Malang

Perjalanan dimulai dari Bandung. Saya bersama 2 teman saya berangkat dari Stasiun Kiaracondong, kami membeli tiket kereta pasundan ekonomi yang sudah saya pesan secara online dengan harga 90rb waktu itu, cukup murah untuk menghemat budget dalam pendakian kali ini. Keberangkatan dimulai sekitar pukul 5 pagi, perjalanan kali ini cukup berat karena saya harus duduk dalam kursi ekonomi yang tegak selama 16 jam dan melakukan transit satu kali di Surabaya. Setelah sampai di Stasiun Surabaya Gubeng, saya istirahat dan makan sambil menunggu keberangkatan kereta selanjutnya ke Malang, keberangkatan ke malang ini cukup nyaman karena saya menggunakan kereta Ekonomi Premium dengan harga sekitar 30 ribu, cukup nyaman dan saya bisa tidur nyenyak. 


Malang - Tumpang - Ranu Pani


Dini hari sesampainya di Malang tepatnya Stasiun Malang, ya dini hari pun masih ramai angkot yang menawarkan perjalanan, saya pikir waktu itu bakal sepi. Setelah turun dari kereta banyak angkot yang menawarkan tumpangan sampai ke Tumpang, teman teman bisa pilih dan nego angkot yang sesuai. Saya dapat 1 rombongan lain yang beranggotakan 5 orang, lalu saya berangkat ke Tumpang dikenakan 20 ribu perorang. Setelah sampai di Tumpang tepat adzan shubuh, saya tertidur sebentar karena lelah di perjalanan. Sambil menunggu keberangkatan jeep dari Tumpang ke Ranu Pani, kebetulan disekitar situ ada Pasar Tumpang, membantu sekali untuk pendaki yang belum mempersiapkan logistiknya dan juga beberapa mini market. Jeep yang saya dapati dikenakan harga 50 ribu perorang sekali jalan, kapasitas jeepnya yaitu 11 orang, kebetulan saya mendapati 1 rombongan lain, jadi saya berangkat bersama 2 rombongan. Sebelum ke Ranu Pani baiknya menyiapkan Surat Sehat disekitar Tumpang, biasanya agen jeep di Tumpang akan menuntun ke Puskesmas terdekat.

Perjalanan dari Tumpang ke Ranu Pani menghabiskan waktu sekitar 1 jam, tapi tidak membosankan karena sepanjang perjalanan disuguhkan pemandangan yang indah dan juga melewati bukit bukit indah di sekitaran Bromo. Setelah sampai di Ranu Pani kami mempersiapkan beberapa Administrasi yang harus diserahkan ke pihak basecamp, basecampnya pun nyaman karena dilengkapi beberapa toilet,mushola dan saung untuk berteduh.


Ranu Pani - Ranu Kumbolo

Titik awal pendakian dimulai saat melewati gerbang TNBTS, setelah melewati gerbang langsung disuguhi trek tanah dan bebatuan dengan khas sekitar perkebunan warga, sebelum sampai di Ranu Kumbolo, kita akan melewati 4 pos terlebih dahulu, tetapi tenang saja tiap pos akan disuguhkan semangka segar, siapkan saja uangmu. Estimasi pendakian dari Pos 1 ke Ranu Kumbolo sekitar 4 Jam dengan waktu antar pos sekitar 30-45 menit, kita disuguhkan trek yang landai tapi panjang, tidak terlalu banyak tanjakan tapi jalan yang memutar cukup membuat betisku lelah.

Setelah pendakian yang cukup panjang, akhirnya Ranu Kumbolo mulai menampakkan dirinya, rasa lelah pun sedikit terbayar. Terlebih dahulu kami harus memutari Ranu Kumbolo agar sampai di tempat camp untuk mendirikan tenda, sesampainya di tempat camp saya cukup kaget karena banyaknya pendaki waktu itu yang mendirikan tenda disana.


Kami bermalam di Ranu Kumbolo, tertidur nyenyak dan pagi hari kami disuguhkan pemandangan Ranu Kumbolo meskipun terhalangi beberapa tenda pendaki. Cukup indah dan pengalaman baru karena ini pertama kali saya mendaki dengan pemandangan danau, rasa lelah kami terbayar dari hari sebelumnya, tetapi perjalanan masih panjang puncak masih menunggu kami.


Ranu Kumbolo - Oro Oro Ombo

Setelah Ranu Kumbolo kita harus melewati Tanjakan Cinta yang terkenal karena mitosnya. Cukup lelah saat melewati tanjakan cinta karena dari tempat camp langsung dihadapkan tanjakan dengan elevasi yang curam untuk menaiki Tanjakan Cinta.


Setelah Tanjakan Cinta kita akan menuruni Bukit untuk sampai di Oro Oro Ombo sebuah sabana luas dan indah di Semeru, sayang waktu itu bunga bunganya sedang tidak mekar jadi saya turun melipir ke kiri tidak melewati jalur bunganya. Lanjut perjalanan menuju pos Cemoro Kandang dengan estimasi waktu 25-30 menit, sesampainya di Cemoro Kandang masih ada warung yang berjualan dan kitapun istirahat sebentar disana sebelum melanjutkan perjalanan ke Jambangan.


Cemoro Kandang - Jambangan - Kalimati


Cukup istirahatnya kami harus bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke Jambangan dengan estimasi waktu sekitar 1-2 jam. Kali ini kami disuguhkan dengan trek yang cukup menanjak dan memutar karena kami harus memutari dulu Gunung Kepolo sebelum sampai di Jambangan. Sesampainya di Jambangan kami pun menikmati semangka segar sambil istirahat sebelum berangkat lagi ke Kalimati, sebetulnya dari Jambangan ke Kalimati tidak cukup jauh jaraknya. Jika cuaca sedang cerah dari Jambangan akan terlihat Mahameru yang gagah cukup menggugah hati karena keindahan puncak semeru ada didepan mata. Di Kalimati kami berkemah karena malamnya kami harus bangun pukul 12 malam untuk Summit Attack.


Kalimati - Puncak Mahameru

Perjalanan dimulai pukul 1 pagi, kali ini saya ke puncak membawa carrier yang isinya botol minum dan beberapa makanan ringan karena dari pengalaman saya sebelumnya membawa carrier ke puncak tidak masalah bagi saya, tapi berbeda kali ini. Trek bercampur tanah dan pasir, dari Kalimati kami terlebih dahulu harus sampai di batas vegetasi sebelum sampai di jalur sebenarnya, trek berpasir yang membuat langkah lelah karena naik 1 langkah turun 2 langkah. Setelah kami sampai di batas vegetasi kami mengantri terlebih dahulu, ya saat itu cukup banyak yang melakukan perjalanan ke puncak sampai sampai mau berjalan aja harus mengantri. Perjalanan ke puncak itu yang paling melelahkan karena kami harus berjalan di trek pasir selama 5 jam, saya yang paling tertinggal waktu itu sedangkan 2 teman saya sudah berjalan lebih cepat, ya karena membawa carrier membuat saya cukup kewalahan.

Setelah 5 jam perjalanan saya berhasil sampai di Puncak Mahameru, disambut oleh 2 orang teman saya yang sudah lebih dulu. Mimpi saya terwujud untuk menggapai Mahameru, di puncak pun disuguhi pemandangan indah dan letupan letupan kecil dari Kawah Jonggring Saloko, tetapi perjalanan belum selesai karena saya harus pulang lagi dengan selamat.





Komentar